Brake Fluid atau Cairan Rem atau yang lebih dikenal sebagai Minyak Rem merupakan komponen penting dalam system pengereman kendaraan bahkan dapat dimasukkan dalam klasifikasi Safety Part.

Cairan Rem diklasifikasikan dengan DOT (Department of Transportation). Semakin tinggi tingkat DOT, semaking tinggi titik didihnya. Setiap kendaraan memiliki standard DOT yang berbeda, semakin besar mesin dan tenaganya mak semakin tinggi DOT yang dibutuhkan.

DOT 3 sering dipakai untuk kendaraan Jepang dan Korea.
DOT 4 biasanya dipakai untuk kendaraan Amerika dan Eropa.
DOT 5.1 dan RACING biasanya dipakai untuk kendaraan racing (balap).

 

Komposisi Brake Fluid

Komposisi Cairan Rem terdiri dari tiga bahan dasar, yakni:

  • Poly Glykol yang berfungsi:
    • Pelumasan
    • Viscositas tinggi
    • Mengurangi pengaruh terhadap karet
    • Stabilitas tinggi
  • Glycol Ether yang berfungsi:
    • Mengontrol Viscositas
    • Mengontrol titik didih yang diinginkan
    • Menjaga kestabilan karet
  • Additive yang berfungsi:
    • Mencegah korosi/karat
    • Mencegah oksidasi

 

Syarat Brake Fluid

Syarat cairan rem yang baik:

  • Titik didih tinggi
    Gesekan pada pedal rem menyebabkan panas lebih dari 100 derajat Celcius. Jika Cairan rem titik diihnya rendah maka dimungkinkan akan terjadinya penguapan yang pada akhirnya terbentuk udara terperangkap dalam sistem rem yang tertutup. Hal ini biasa disebut Vapor Lock atau udara terperangkap. Banyak juga yang menyebutnya masuk angin. Jika hal ini terjadi maka dipastikan rem tidak berfungsi dengan baik, bahkan harus menekan pedal rem berulang kali karena cairan rem tidak dapat diteruskan ke roda Cylinder.
  • Tidak menyebabkan timbulnya karat
    Karat pada sistem rem sangat berbahaya karena dapat menyumbat aliran cairan rem. Karat dapat terjadi karena cairan rem yang mengandung air (sifat cairan rem hygroscopic yakni sangat mudah menyerap kelembaban udara).
  • Tidak merusak karet
    Cairan rem harus memiliki additive yang dapat melindungi karet. Karet yang rusak dapat berupa penurunan atau penambahan kekerasan yang cukup tinggi, pembengkakan atau gompal.
  • Kekentalannya stabil pada suhu rendah
    • Pada suhu -40 C 1500 cSt max
    • Pada suhu 100 C 1.5 cSt min
  • Tidak menimbulkan endapan
    Endapan dapat menumbat aliran pada sirkulasi system pengereman yang berakibat rem blong.